12 December 2005

AKUPUN TAK MAMPU....

Dulu...
Alloh menghadirkan seorang yg sabar, mengerti dan selalu memberikan aku cinta, kasih sayang dan perhatin yg sangat berlebih. Dia selalu menanyakan keberadaanku, menanyakan kesehatanku, menanyakan apakah aku tidak telat makan, apakah aku menginginkan sesuatu, ataukah aku ingin menitipkan sesuatu? Dia juga selalu mengingatkan aku di saat aku melupakan sesuatu, dia jg selalu mengingatkan aku jika aku merencanakan sesuatu, bahkan diapun mengingatkan aku apakah telah aku cuci pakaian kotorku, dan sudahkah aku sikat gigi sebelum ku pejamkan mataku? Atau sudahkah aku bersihkan wajahku sebelum aku beranjak ke selimut tebalku?? Saat matahari terbit, dia akan menelfonku, sekedar membangunkanku, juga menanyakan, pengen makan apakah aku pagi ini?? Dia selalu ingin menjadi orang nomor satu di hatiku, sahabat dan temanku datang dan pergi, juga menyakiti, tapi dia selalu ingin menjadi yg terbaik dan terbaik untukku, untuk hatiku. Dia menjagaku seperti menjaga sebuah mutiara yg sangat berharga, dia perlakukan aku layaknya seorang putri raja. Dia tidak akan membiarkan aku pergi seorang diri tanpa perlindungan dia. Dia tak akan pernah izinkan aku menggaruk tanganku yg gatal karena itu akan menjadikan lecet. Dia tdk pernah membiarkan aku menunggu kehadirannya, karena dia yg sll menunggu kehadiranku. Dia tidak pernah terlambat menelfonku krn tanpa ku harappun dia selalu menelfonku. Aku seringkali tdk mengharap hadirnya, karena tanpa ku harap-pun dia akan hadir. Dia akan rela menungguku berjam-jam hanya utk menemaniku ujian test masuk kerja, atau menunggu berlama-lama hanya utk menjemputku pulang kerja. Dia tidak pernah takut basah kuyup karena hujan deras atau panas menyengat hanya untuk mengantar kemanapun aku harus pergi. Dia tidak pernah bosan membawakanku helm dan jaket agar aku tidak kedinginan. Setiap kali aku marah, dia akan dengan sabar mendukungku, menghiburku tanpa kuminta, menuruti semua apa yg aku ingini. Dia tidak pernah menuntut lebih dari aku, dia tak pernah ingin merusakku, harga diriku, keegoisanku??Jika aku membuat kesalahan, akan dengan tulus dia memaafkanku. Jika berkali teman cowokku menelfonku, dia akan memberikan aku kesempatan utk menerimanya, jika aku mendapatkan SMS dr beberapa teman laki-lakiku, dia akan memberikan waktu utk membalasnya. Dia tidak pernah membenci teman-teman cowokku yg seringkali masih ingin menanyakan sisi hatiku yg kosong, dia selalu berusaha mengerti dan memberiku kesempatan untuk menjelaskan. Dia selalu membuat aku berpikir tenang, karena hampir semua tentangku dia yg memikirkannya. Aku benar benar seperti seorang putri raja yg sangat di manjakan...
SEMPURNAKAH DIA BAGIKU????? 99 dari 100 orang mengatakan "YA". Tapi "IYA" jugakah bagi aku??? Ternyata tidak. Mungkin aku adalah "manusia bodoh" yg tidak mengenal rasa bersyukur dengan apa yg Alloh berikan untukku. Sebenarnya apa yg menjadi kekurangannya?? Dengan segala cinta, pengorbanan, perhatian dan kasih sayangnya??? Dia yg memikirkan aku, lebih dari dia memikirkan hidupnya sendiri. Meskipun aku hanya sekedar sayang sama dia, apakah tidak cukup untuk memahami dan menerima semua pengorbanan dia?? Lalu apalagi?? Yang pasti, dia terlalu sempurna bagi aku. Bersamanya "aku tak pernah menangis."Dan terkadang, kesempurnaan itu yg menjadikan aku menjadi sosok yg sangat tidak bisa mandiri, tidak bisa berdiri di atas kakiku sendiri. Semua menjadi ketergantungan. Tanpa dia aku menjadi enggan dan takut saat naik angkot, tanpa dia aku jadi takut beli makan saat malam hari, tanpa dia aku menjadi takut untuk pergi jalan-jalan sendiri meski hanya sekedar ke pasar. Tanpa dirinya aku menjadi orang yg lemah. Dan aku menjadi sangat benciiiiiiii hal ini....!!! Cinta dia telah membuat aku menjadi sosok yg lemah. Aku tidak tahu, mungkinkah ini semua benar, tapi yg jelas aku begitu merasa terikat dengan begitu erat atas cinta dia terhadapku, hingga seolah aku tak bisa bernafas. Aku merasa terkekang, aku banyak kehilangan teman-teman dekatku terutama teman-teman cowok. Entah itu setan ataukah petunjuk yg sebenarnya, aku pun merasa tak mampu utk membalas kebahagiaan yg begitu tulus dia berikan padaku. Semua itu pun berakhir dengan begitu menyakitkan bagi dia. Aku telah menjadi sosok yg begitu kejam, menghancurkan hidupnya. Anehnya, duri yg aku tancapkan ternyata tidak membuat dia menjadi benci kpdku, dia pun masih memberikan penawaran utk menungguku. Ya Alloh...apa maksudnya?? Tapi sayangnya, aku pun sudah mamilih, hingga utk yg kedua kalinyapun aku mengecewakannya. Aku benar benar tidak bisa memberikan dia bahagia. Entah kenapa, hanya Alloh yg tahu jawabannya. Yg jelas, ada saat aku berharap, mudah-mudahan sosok suamiku kelak bukanlah seorang yg akan membalas semua sakit hatinya dia terhadapku. Semoga..... Karena aku telah benar-benar rela melepas segala tentang dia. Akupun tak ada keinginan utk bisa memberikan bahagia bagi dirinya.
Kini....
Alloh telah menghadirkan sosok yg berbeda. Aku bersama seorang yg aku cintai dengan sepenuh hati. Aku ingin mengarungi bahtera rumah tangga dan menghabiskan sisa hidupku bersamanya. Dia bukan sosok malaikat yg sempurna, yg selalu hadir saat kuingin dia hadir, yg selalu menelfon saat aku ingin dia telfon. Dia bukan sosok yg selalu mengkhawatirkan kesehatanku, keberadaanku, atau apa yg terjadi pada diriku. Dia akan dgn cuex membiarkan aku pulang malam sendirian, tanpa menelfon, dia akan biarkan aku kedinginan basah kuyup tanpa berpikir apa aku akan sakit. Dia sosok yg tetep akan enak makan meskipun aku sedang kelaparan, dia juga sosok yg tdk akan mementingkan diriku di banding apapun. Mungkin aku hanya bagian yg ke sekian dalam hatinya setelah keluarga, kuliah dan pekerjaan. Mungkin aku juga hanya selembar daun yg dia petik dari sebuah pohon yg kebetulan, dia menyukai daun itu... Mengapa harus aku?? Itu yg terkadang aku juga tdk tahu. Dia memang seringkali menomor sekiankan aku, dia memang seringkali membuat aku teteskan airmata, dia juga seringkali membuat aku menjadi sangat marah tanpa dia mau tahu apa penyebabnya. Apakah ini menyakitkan?? Tentu saja iya. Tapi aku selalu bisa memaafkannya, aku selalu bisa melupakan semua hal yg menyakitkan itu. Apakah ini balasan?? Hmmhh...aku tdk berharap begitu. Kenyataannya, aku mencintainya. Dan cinta yg aku rasakan jg bisa membuat aku menjadi menangis. Bahkan sering. Tapi aku selalu bisa memaafkan diriku sendiri. Karena aku tahu, dia mencintai aku. Meskipun kadangkala aku merasa aneh, yg manakah cinta yg sesungguhnya?? Aku hanya ingin sadari, bahwa setiap orang mempunyai cara yang berbeda untuk mengungkapkan rasa cintanya. Aku hanya ingin menyadari bahwa semua yang aku hadapi ini ujian?? Apakah aku jg harus tidak lulus dalam ujian kali ini. Cinta ataupun bukan cinta, ternyata seringkali tidak bisa membuat aku bisa bertahan. Penuh kasih sayang dan perhatian, ataupun yg biasa biasa sajapun tdk cukup membuat aku mampu menghadapinya. Lalu apa yg bisa aku perbuat??? Tidakkah aku mengenal rasa syukur atas semua rahmat yg telah DIA berikan untukku??? Ataukah memang aku tak mampu...??? Ya Alloh...aku merasa kalau aku ini benar-benar hamba yg tidak mengenal rasa syukur terhadap Engkau. Aku bukan siapa-siapa, juga bukan apa-apa. Jika Engkau berikan kesempatan kesekian kalinya, biarkan aku memilih jalan yg sebenarnya, meski aku juga tidak tahu, yang manakah jalan itu?? Yang pasti harapanku, aku ingin hidup tenang, bersama orang yg bisa menghargai aku, mengerti aku dan senantiasa menuntunku utk berada di jalan-Mu.Tidak menuntut hal-hal yang aku tidak mampu.... Karena aku hanyalah aku. Tidak lebih.